
Dalam implementasi inventory dan accounting di Odoo, kita sering menemukan akun bernama stock interim. Walaupun terlihat “sementara”, peran akun ini justru krusial untuk menjaga ketertiban pencatatan stok dan laporan keuangan.

Kita lihat case misalnya kita melakukan pembelian 10 unit barang. Saat barang tersebut diterbitkan vendor bill. Sementara barang belum diterima. Otomatis secara accounting sudah dilakukan pengakuan atas nilai asset yang ada. Padahal barang tersebut belum diterima.
Jurnal entri yang mungkin kita pikirkan awalnya akan seperti ini.

Dari case ini, menimbulkan masalah utamanya jika barang diterima dulu dan vendor bill baru terbit menyusul. Secara valuasi stok sudah dikalkulas. Namun karena vendor bill belum terbit maka tidak ada catatan accounting.
Apa dampaknya? Tentu saja akan mempengaruhi laporan general ledger atau neraca secara langsung. Nah dari case inilah kita perlu apa yang disebut stock interim.
Apa itu Stock Interim?
Stock interim adalah akun perantara.
Akun ini digunakan untuk menampung nilai persediaan sementara sampai sebuah transaksi benar-benar lengkap secara bisnis dan akuntansi.
Lengkap di sini artinya:
- Barang sudah bergerak secara fisik, dan
- Dokumen finansialnya (invoice) sudah diproses
Karena dalam dunia nyata dua hal ini jarang terjadi bersamaan, stock interim hadir sebagai jembatan.
Skemanya tergambar seperti flow ini

Dari flow itu jika kita melakukan pembelian 10 item kurang lebih seperti ini jurnal entries-nya

Kenapa Stock Interim Itu Penting?
1. Mengatasi Perbedaan Timing (Barang vs Invoice)
Dalam operasional sehari-hari:
- Barang bisa datang hari ini
- Invoice baru diterima minggu depan
Tanpa stock interim, sistem dipaksa memilih:
- Langsung mengakui persediaan, atau
- Langsung mengakui hutang/piutang
Keduanya bermasalah karena transaksi belum lengkap.
Stock interim memungkinkan nilai barang ditahan sementara sampai seluruh proses selesai.
Di Odoo kita perlu memapping produk kategori dengan akun stock interimnya.

2. Menjaga Laporan Keuangan Tetap Akurat
Stock interim membantu mencegah:
- COGS muncul terlalu cepat
- Laba rugi meloncat-loncat antar periode
Contoh masalah tanpa stock interim:
- Barang sudah dijual → stok berkurang
- Tapi COGS belum diakui
- Akibatnya laba terlihat terlalu tinggi
Dengan stock interim:
- Nilai dicatat sementara
- Dipindahkan ke akun final di periode yang benar
Hasilnya, laporan keuangan jadi lebih realistis dan bisa dipercaya.
3. Memastikan Prinsip Accrual Accounting
Dalam accrual accounting berlaku prinsip:
Biaya dan pendapatan diakui saat kejadian ekonomi, bukan saat uang dibayar.
Stock interim memungkinkan alur yang rapi:
- Barang diterima → nilai dicatat
- Invoice datang → nilai dipindahkan
Semua dilakukan tanpa melanggar prinsip akuntansi dan tanpa memaksakan pengakuan yang belum waktunya.
4. Mengontrol Proses Bisnis (Bukan Cuma Akuntansi)
Saldo akun stock interim tidak seharusnya besar atau menggantung lama.
Kalau kita menemukan saldo di sana, biasanya artinya:
- Ada receipt yang belum di-invoice
- Atau delivery yang belum di-invoice
- Atau ada kesalahan proses (human error / alur lompat)
Dengan kata lain, stock interim juga berfungsi sebagai alat kontrol internal, bukan sekadar akun teknis akuntansi.
5. Wajib untuk Automated Inventory Valuation
Kalau perusahaan menggunakan:
- Inventory Valuation = Automated
- Costing Method = FIFO atau AVCO
Maka:
- Stock interim bukan opsi
- Ini adalah fondasi agar jurnal otomatis bisa konsisten
Tanpa stock interim, sistem tidak punya tempat “menunggu” nilai transaksi, dan hasilnya adalah jurnal yang kacau.
Penutup
Stock interim sering dianggap akun sementara yang sepele. Padahal, justru akun inilah yang:
- Menjembatani dunia operasional dan akuntansi
- Menjaga laporan keuangan tetap akurat
- Memastikan prinsip accrual berjalan
- Membantu kita mendeteksi proses yang belum beres
Kalau kita ingin implementasi Odoo yang rapi, konsisten, dan bisa diaudit, memahami dan menggunakan stock interim dengan benar adalah keharusan, bukan pilihan.
